Lewati ke konten
Media Indonesia • Aktual, Ringkas, Terpercaya
IklanBanner iklan
PUISI

Parlemen Gerutu

28 pembaca
Bagikan

 

Oleh Radhar Panca Dahana

 

dua-tiga ratus kursi mengeluh
pagi terlalu kantuk
kertas-kertas terlampau mabuk
dua-tiga puluh kursi mengutuk
laporan-setoran tak pernah utuh
istri-gundik lama tak disentuh
ugh ….

 

mimbar kosong
suara bergema begitu purba
meja jati transaksi
seratus keputusan kita jual-beli
kau menang kamu rugi
aku senang deposito meninggi

 

di dalam,
dua-tiga kursi melayang
bermuka tirus berhati terbang
di luar,
dua-tiga ratus juta mata
rabun cahaya

 

mata dan keringat tak lagi rakyat
airnya kering menggurun
diperas gaji, tunjangan, kantor, sofa
blackberry, notebook, sekspri, wisata
keluarga, ongkos kenakalan dan biaya
kaus kampanye.

 

di mana pembuluh itu?
di mana darah dan mimpi mengarus
di mana janji jadi demokrasi

 

pantat siapa terwakilkan?
aurat mana rajin ditonjolkan?
rapatrapat cuma barisan kurakura
ruangruang pepat cuma purapura
sejarah bagimu mati
waktu untukku terperdaya

 

di kamar begini besar
dua-tiga juta kata menjelma kasar
dua-tiga miliar perak berserak
   terpulung dengan genit
   bertarung tanpa sengit
dan dua-per-tiga anggota
   tertinggal nama
   tersisa angka dan sia-sia

 

maka,
wahai wakil terhormat
datanglah berkhidmat
pesta kita mulai tiada selesai
pesta modern penuh nikmat
bermenu jeritan rakyat
dan hukum segala ayat

 

demi teori manis, pemodal
kelimis, komprador bengis, dan
kamar besar yang menangis
: kubahmu ….parlemen setia
negaramu semata, dunia nanti yang buta
cintaku, tak perlu kata.

————————

 

Sumber dari Buku Puisi Manusia Istana, Penerbit Bentang 2015

Bagikan artikel:

Baca Juga

adminpaskalis

Tim redaksi dan penulis Beranda Negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *