Oleh JB Kleden
Dua tahun lalu engkau datang,
di hadapan Tuhan dan Umat Allah
telungkup mencium rahim Ende, Bajawa, Nagekeo,
meminta restu tanah yang menyimpan doa leluhur.
Tahbisanmu bukanlah mahkota gemerlap,
melainkan janji menjadi gembala bagi luka dan harapan.
Senin 15 Agustus 2026,
bumi yang dulu engkau peluk pasrah
r e t a k !
Gempa magnitude 7,7 membelah daratan hingga dasar laut Flores
memorakmorandakan rencana waktu
merubuhkan menara,
rumah-rumah tempat keluarga merenda rindu menyemai asa
runtuh meranapkan mimpi, menenggelamkan doa ke palung isak
Engkau tetap memeluknya
Dengan bening yang menggenang di pelupuk
aku melihatmu melangkah berat
berjalan mengeja puing,
membungkuk di antara tubuh-tubuh yang terluka.
di tenda pengungsian yang suram,
engkau menyapa umat dengan air mata,
menahan badai sedih yang bergemuruh di dada.
Bumi yang terluka engkau tetap mendekapnya
sebab luka tanah adalah luka iman,
dan duka manusia adalah duka penciptaan.
Tahbisanmu kini menjelma salib yang berat,
engkau pikul dengan doa sederhana :
“Caritas Fraternitatis Maneat in Vobis —
Kasih persaudaraan tetap tinggal di antara kamu.”
Bagi jiwa-jiwa yang tak sempat kaudatangi,
engkau bawa pulang ke Ndona.
membaringkannya di altar hatimu,
dan merapal doa yang lepas dari segala keluh:
Dóminus vobíscum.
ex hoc nunc et usque in sǽculum.
adjutórium nostrum in nómine Dómini
qui fecit cælum et terram.
Benedícat vos omnípotens Deus, Pater ✠ et Fílius, et Spíritus Sanctus✠
sebab engkau tahu: duka adalah wujud cinta yang paling tabah.
Ketika bumi menangis dan ranah berguncang,
engkau jembatani tangis itu menjadi nyanyian pengharapan:
Kasih persaudaraan tetap tinggal di antara kita,
meski tanah terbelah dan rumah-rumah runtuh.
Engkau tetap memeluknya
Dari kamar sunyimu di Ndona,
doa mengalir sunyi namun deras,
menyatu dengan restu para leluhur:
menjahit duka semesta
menjadi cahaya yang menuntun umat,
melewati malam panjang menuju fajar yang baru:
“Súrgite, o flores, floréte et date odórem vestrum!”
Jangan terpuruk dalam debu reruntuhan,
bangkitlah,
mekarlah kembali dalam iman,
dan tebarkan wangi ketabahan ke seluruh dunia.
Budi,
selamat merayakan dua tahun menganyam kasih persaudaraan lintas batas.
kami tahu, di tengah reruntuhan yang melanda,
kasihmu adalah rumah sejati tempat iman kami tetap terjaga.
Sahabat kami,
“Servus humilis in terra vulnerata.”
di atas altar yang bergetar dan tanah Flores yang terluka,
engkau tetap berdiri kokoh, memeluk duka dengan doa.
Selamat ulang tahun tahbisan
Gembala kami terkasih
Kupang, 22 Agustus 2026
suara angkatan Ledalero 85 Terlibat





