Lewati ke konten
Media Indonesia • Aktual, Ringkas, Terpercaya
IklanBanner iklan
Featured

Belas Kasih

17 pembaca
Bagikan

 

Oleh Stephie Kleden-Beetz

 

KAPTEN Shaw adalah seorang misionaris Bala Keselamatan dengan latar belakang medis. Ia ditempatkan di India. Dalam tugasnya berkeliling, ia menemukan tiga orang kusta yang parah dan dirantai kaki serta tangannya. Turun dari kuda, ia memerintahkan anak buahnya melepaskan belenggu rantai itu.

 

“Jangan, Pak. Ketiganya bukan hanya penderita kusta. Mereka juga penjahat ulung” kata pengawalnya. Dengan tegas Shaw menjawab, “Lepaskan. Sayalah yang akan bertanggung jawab.” Ketiga pria itu berterima kasih berkali-kali sebelum meninggalkan Shaw dan rombongannya.

Beberapa waktu kemudian, Kapten Shaw harus bertugas ke luar kota meninggalkan istri dan anak-anaknya. Melihat wajah suaminya yang agak cemas meninggalkan keluarga, si istri malah dengan enteng berkata, “Berangkat saja dengan tenang, Pak. Tuhan pasti mengirim perlindungan bagi kami.”
Pagi hari, ketika membuka pintu depan rumah, istri Shaw kaget dan heran mendapati tiga orang kusta yang berbaring persis di luar gerbang rumahnya. “Sedang apa kalian di sini?” Dengan tenang mereka menjawab, “Kami tahu bahwa Bapak dan rombongannya sedang bertugas ke luar kota, maka kami ke sini untuk menjaga rumah agar aman dari gangguan penjahat. Selama ini, tubuh kami dibelenggu dengan rantai besi. Suami Ibulah yang telah menolong melepaskan rantai-rantai itu. Inilah tanda terima kasih kami.” Setelah berkata begitu, mereka mengangguk memberi hormat, lalu pergi.

Kata orang, perbuatan baik itu dapat dilihat oleh orang buta dan didengar oleh orang tuli. Albert Schweitzer menulis, “Usahakanlah dalam satu hari sekali saja membantu seseorang tanpa minta balas jasa.” •

—————–

 

Sumber Tukisan dari Buku Merajut Kata-kata, Stephie Kleden Beetz

 

Bagikan artikel:

Baca Juga

adminpaskalis

Tim redaksi dan penulis Beranda Negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *